Jumat, 16 Oktober 2009

Novel Baru: Doa Untuk Dinda


Judul: Doa Untuk Dinda
Penulis: Endik Koeswoyo
Penerbit: GARAILMU, Diva Press Group
ISBN: 979-963-981-6

Keduanya melangkah pelan, menelusuri jalan kecil yang kini mulai ramai dengan kendaraan yang melintas. Langit pagi mengukir lukisan indah merah kekuningan. Keduanya saling pandang mesra Mereka tahu, cinta tidak bisa menembus waktu. Bahasa pun gagal menyatakan cinta. Cinta tidak bisa dilukiskan, dinyanyikan, ataupun dipuisikan, sebab cinta hanya bisa dirasakan.
Mereka juga tahu, tidak semua manusia bisa mencapai kebahagian. Tidak semua manusia beruntung dalam hidupnya. Namun usaha dan doa akan mewujudkan kebahagiaan, karena Allah menciptakan umat manusia dengan satu takdir yang jelas, "berbahagia”.
Kini tinggal seberapa besar kita mempercayai-Nya dan seberapa kuat kita mengejar impian untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Novel religi ini menggebrak dengan semangat dan optimisme yang luar biasa dasyat.Plus, gaya tutur penulisnya yang sarat puitika, pilihan bahasa yang mempesona, dan alur yang lincah: sangat patut menyelami setiap helai bacaan yang akan menyegarkan hati-hati yang lelah diterkan kemunafikan, keputusasaan dan keserakahan hidup!

Minggu, 12 April 2009

Curhat Onlie

Cewek: Dari sudut pandang mas sebagai laki-laki, cinta pertama itu emang gak mudah untuk dilupakan ya?

endik_penulis: Iya apa lagi kalau sudah melakukan hubungan badan bakal ga pernah lupa seumur hidup...

Cewek: gitu ya

Cewek: iya... tapi kalau pacarannya wajar ndak sampai ML biasanya cept lupanya...itu berlaku bagi laki2 dan perempuan?

endik_penulis: Makanya cowok biasanya ngajak ML buat 'membuktikan' cinta padahal itu salah besar...ML adalah kebutuhan sementara cinta adalah ketulusan... Iya...sama saja...

endik_penulis: Baik itu cowok atau cewek klu odah ML baik ituyang pertama maupun yang ke 100 tetap saja meninggalkan kesan yang dalam dan susah di lupakan... apalagi pernah ada sayang....

Cewek: then, menurut mas apakah setiap laki2 selalu dengan mudahnya meninggalkan psangannya dengan cara yang menyakitkan dan membuat seolah itu adalah kesalahan cewenya bener apa engga sih?

endik_penulis: Tidak semua... ketika kita bisa perpikir dan berjiwa besar kita tidak akan menyalahkan orang lain -pasangan yang meninggalkan kita- tetapi sebaiknya kita mengkoreksi diri kita.. kenapa dia pergi? apa yang tekah saya lakukan dan apa yang harus saya lakukan agar suatu hari kelak ketika saya mendapatkan gantinya tidak akan di tinggalkan...

Cewek: laki-laki itu ge pernah mau ya menjelaskan alasan dia meninggalkan pasangannya?

endik_penulis: JAdi kita yang harus mencari tau...

endik_penulis: Kita harus mau bercrmin... apa sih yang aku lakukan?

Cewek: seandainya diri ini sudah mencari tahu, dan tahu apa kesalahan kita dan meminta maaf tp dia tetap mengabaikan, lalu bagaimana?

endik_penulis: kurang apa aku sama dia? kurang cinta? kurang sayang? kurang perhatian? kalau kita sudah yakin dan pasti kita tidak kurang dan tidak melakukan kesalah appaun yang bisa di jadikan penyebab olehnya untuk meninggalkan kita maka satu saran saya... Ucapakkan ini dengan tegas....

endik_penulis: A-S-U Gue Ketipu!

Cewek: emang cowo itu suka minder ya kalo si perempuan lebih tinggi dari dari dia, maksudku dari segi pendidikan dan materi?

endik_penulis: Lalu tanamkan dalam-dalam di benak kita bahwa dia adalah penipu ulung dan Tidak akan ada tempat di hati kita unuk Penipu semcam dia!

endik_penulis: Tidak semua....kalau udah cinta dan cintanya tulus kenapa harus mindr? Uang kan cuma titipan... apalagi masih milik orang tua... Uang orang tua? Pendidikan yang bayar orang tua?

endik_penulis: Kecuali kita udah kaya sejak lahir... bayar sekolan sndiri... makan sendiri? tapi uang dari mana? Tidak mungkin kan? Uang bsia di cari.....

endik_penulis: Ada lagi?

Cewek: apakah laki2 itu terlalu egoisnya hingga kadang dia tidak bisa mengakui dia salah dan menyakiti hati orang lain?

endik_penulis: HAmpir semua orang adalah orang yang egois.. aku kamu dan dia...

Cewek: oke

endik_penulis: Ketika kamu melihat foto kamu yang bareng2 dengan orang lain... foto siapa yang paling kamu perhatikan?

endik_penulis: Fotomu sendirikan?

Cewek: apakah tidak ada ada tempat untuk orang2 yg telah meminta maaf atas kesalahannya

endik_penulis: Coba di praktekkan... cari album kenanang... ambil satu foto yang bareng keluarga dan lihat.... maka secara tidak sadar kamu akan fokus pada fotomu lebih dulu baru foto orang lain...

Cewek: mas apakah dalam sebuah hubungan tidak ada kata kesempatan kedua?

endik_penulis: Selalu ada....tapi dalam urusan cinta....Ketika mereka pernah putus kemudian minta balik lagi dan meminta maaf biasanya hal itu akan terulang lagi.,.. putus nyambung putus nyambung... apalagi kalau kita dengan mudah memafkannya dan menrimanya kembali... hal yang sama akan terulang

Cewek: gitu ya

Cewek: menurutku begitu...

Cewek: tp apakah menyakiti orang lain terlebih dahulu agar di pasangannya kemudian minta putus itu khas cowok ya

endik_penulis: Bukan Khas cowok.. tapi kebetulan aja cowok yang kamu temukan seperti itu...itu artinya kamu punya pngalaman lebih di banding oirang lain...

endik_penulis:

Cewek: menurut mas, laki-laki jenis itu pengecut ya

endik_penulis: Tidak juga

endik_penulis: Dia lelaki hebat dan pemberani...

endik_penulis:

endik_penulis: tapi dia lelaki yang tidak layak untukmu...

endik_penulis:

Cewek: kenapa?

Cewek: kenapa?

endik_penulis: kamu butuh lelaki yang romantis.. yang mengeri wanita apa adanya...

endik_penulis:

Cewek: kenapa dia bisa dibilang pemberani

endik_penulis: KArena dia berani melakukan hal itu?menyakiti orang lain terlebih dahulu agar di pasangannya kemudian minta putus ... tidak semua lelaki berabi melakukan itu..

Cewek: kok bisa?

BUZZ!!!

endik_penulis: ya bisa.. aku aja ga berani malakukan hal itu... klo dia bisa kan dia punya keberanian...karena menurutku hal paling menakutkan di dunia ini adalah menyakiti orang lain..Poin petningnya :: Pahamilah diri kita sendiri baru kita bisa memahami orang lain

Itu biasa.. dan wajar...

endik_penulis: Dan buanyaaaaaak yang curhat seperti itu...

endik_penulis: Hanya butuh koreksi diri kok..

endik_penulis: Ketika Cinta tidak lagi bisa di di BINA sebaiknya di BINASAKAN saja... kamu sudah bener dengen keputusanmu...

Cewek: aku cuma bisa bersyukur mengenal dia cuma 5 bulan, tp aku akan lebih bersyukur lagi bila tidak pernah mengenal dia dalam hidupku

endik_penulis: dan itu sring terjadi...jangan terlalu dipikirkan....Masih banyak pria yang lebih baik...

endik_penulis: Point Pentingnya.. Gunakan pengalaman sebagai guru terbaik dan syukuri apapun yang telah terjadi pada kita karena itu dalah sebuah anugrah Indah dari Tuhan...

Cewek: mas tau, aku masih kepengin nonjok dia, walau itu sama aja aku tidak jauh lebih baik dari dia, tap aku kepingin betul nimpuk dia pake diktat kuliahku yg tebel2 banget

Cewek: mas tau, aku masih kepengin nonjok dia, walau itu sama aja aku tidak jauh lebih baik dari dia, tap aku kepingin betul nimpuk dia pake diktat kuliahku yg tebel2 banget

Cewek: dan mas tau, hari ini adalah hari ultahnya

Cewek: makasih ya mas udah dengerin aku

Jumat, 10 April 2009

Aku Kamu dan Dia

Aku Kamu dan Dia
Oleh: Endik Koeswoyo


Ya…aku sadar diriku memang tidak yang seperti engkau inginkan. Tapi ketahauilah bahwa aku juga masih punya perasaan. Aku juga sama dengan lelaki lainnya, ingin di hargai, ingin di sayang walau aku aku terkadang belum bisa mencurahkan kasih sayang, atau karena rasa sayang yang aku berikan tidak kau rasakan dengan tulus?
Dalam diri manusia ternyata tersimpan dua kekuatan besar! Kekuatan itu berupa pikiran positive dan pikiran negative. Pikiran positive adalah kekuatan yang mengarahkan kita kepada hal-hal positive, kita akan berprasangka baik, berbuat baik dan menjadi lebih baik lagi. Sementara pikiran negative akan mengarahkan kita kepada tindakan-tindakan negative, berpikiran negative, perilaku negative dan tentunya menjadi negative. Sebenarnya kita bisa menentukan pikiran mana yang akan menjadi kekuatan terkuat dalam otak kita!
Dan…
Sejak aku membaca sms itu, pikiran negative menjalar tanpa henti di otakku, terus merajuk, menusuk hingga ketulang sumsumku yang paling kecil.
“Sejak pertemuan kita yang pertama dulu, mas sudah mearsakan ada getar-getar yang tidak bisa mas sembunyikan…” (Ah itu rayuan gombal semasa aku masi duduk di bangku kelas 5 SD)
“Mas ingin Tyas menjadi istri mas…..”
“Kita bukan Mukrim, kita masih boleh menikah secara agama…” (Tolol sekali! Dia itu adik tirimu! Jangan gunakan agama demi kepentingan nafsumu Bung!) gumanku dalam hati.
“Mungkin Allah telah memberikan jawaban atas doa-doa Mas selama ini dengan mengirimkan kamu….” (Seharusnya kamu berdoa dan mengoreksi diri kenapa istrimu meninggalkanmu dan anakmu yang masih kecil itu! Bukan berpikir untuk menikahi gadis yang adalah adikmu)
“Ini tentang masa depan…sebaiknya kamu bicarakan dengan Ibu…” (Goblok! Ibu mana yang mengijinkan anak gadisnya di persunting kakak tiri yang statusnya masih punya istri dan punya anak?)
Sederet rayuan itu membuat jiwaku berontak! Apalagi semenjak beberapa bulan lalu, ketika ibumu menikah lagi, aku tidak pernah di ijinkan untuk datang krumahmu! Aku tidak lagi dianggap dan aku dianggap tidak tidak ada! Dan aku bersabar, berusaha mengerti semua keadaan yang terkadi. Muntab –Kata orang jawa-. Aku benar-benar tidak bisa menerima. Pikiran negative benar-benar merasuk. Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak bisa mengubah paradigma negative itu untuk menjadi positif sedikitpun. Belum lagi pikiranku tentang pekerjaan membuat aku menjadi begitu limbung! Dan aku melupakan semua, karena aku tidak ingin di kuasi pikiran negative itu. Kuhapus pelan-pelan, detik demi detik, menit demi menit dan pudar sudah pikiran itu sebelum seminggu. Ok. Mungkin dia adalah pria normal sepertiku, walau seharusnya, sebagai seorang Dosen cara pandang dan pemikirannya akan jauh berbeda dengan seniman sepertiku. Ok! Ok! Hapus! Hapus! Hapus! Pikiran negative itu aku hapus.
Hari minggu, pikiranku gelisah! Aku tau kamu sekaang sedang berbincang dengannya di ruang tamu, di dapur atau di teras seperti apa yang dulu sering kita lakukan ketika aku berada di rumahmu. Aku tau kamu membuatkan dia secangkir kopi! Anjing! Aku di sini menunggu dengan gelisah!
Pukul 4 Sore, masih di hari Minggu yang sama aku mandi, bersiap menjemputmu seprti biasa di halte Trans Jogja. 5:30 kamu belum muncul, 18:00 belum ada kabar, HP mati tidak bisa di hubungi.
“Kenapa kamu ndak pinjang HP orang yang duduk di bangku sebelahmu? Bangku belakang? Depan? Samping? Masak satu Bus ga ada yang punya HP?” gumanku gelisah saat itu.
Pukul 19:00 tidak ada jawaban ketika aku telpon ke Ibu di Kebumen. Tidak di angkat! Aku sms tidak di bales! Kulanjutkan menunggu untuk kesekian lamanya, di antara gerimis dan gelisah yang semakin menjadi-jadi. 20:12 panggilan masuk.
“Pi Jemput di apotek!” hanya kata itu yang aku ingat.
Darahku mendidih! Perih! Mengalir kesegala penjuru nadi-nadi ini. Kupacu motor tua kesayanganku dengan kecepatan tinggi walau mesin-mesinnnya sudah merintih menahan panas yang menjalar hingga ke ubun-ubunku juga. Aku diam, penantianku berjam-jam dalam kcemasan itu kamu baar dengan senyum manismu di balik baju terusan seksi tanpa lengan berwarna pink yang kau beli bersamaku dulu.
Aku diam tidak bicara!
“Pi…nanti aku certain!” kamu berucap tanpa ada rasa bersalah.
“Naik!” hardiku ketus.
Tidak ada pembicaraan. Aku marah sekali. Sesaat kemudian kita sudah sampai di depan kost. Setelah kamu turun aku langsung pergi. Tanpa pamit!
“Papi maaf! Kamu marah ya?” sebaik kalimat itu aku baca dengan penuh emosi.
“Kamu dengan pakain seksi serperti berdua satu mobil dengan Mas Edi?” balasku singkat.
“Maaf, Maaf, Maaf, Maaf!” entah berapa kali kata itu terucap. Tapi aku mengatakan TIDAK!
“Kalau semua demi Ibumu kenapa kamu tidak turun di tengah jalan lalu naik bus saja?”
Dia pria yang katanya sudah 2 tahun di tinggal istrinya, dia punya nafsu? Dia manusia biasa! Kalau setan menutup hatinya? Dia memperkosamu? Dia merabamu? Ah…lagi-lagi pikiran negative itu menjadi raja dalam otakku. Betapa tidak, jarak tempuh 3 jam bukanlah waktu yang singkat. Kalin bicara apa saja di dalam mobil? Kalian ngapain aja? Rayuannya pastilah mampu meluluhkan hatimu.
Berhari hari aku tidak menyapamu! Tidak brbicara denganmu! Aku kecewa setengah matai bahkan kcewaku sudah pada level 97 3 point lagi game over. Beberapa hari kemudian, aku berusaha membuang semua itu, karena aku sayang sama kamu.
Tapi kamu berubah! Sifatmu, perilakumu, dan cara bicaramu ke aku semua berubah! Kasih sayangmu, senyummu! Semua berubah. Sayang aku tau itu. Hampir setiap saat kamu sms-an sama dia. Aku tau. Aku diam bukan berarti aku buta. Aku tau. Hingga pada satu titik aku mengirim pesan; “aku tidak suka kamu sms-an sama Edi” tidak ada respon, karena kamu sedang berdua denganya? Tumben kamu pulang terus beberapa hari ini? Ada apa?
Tidak ada yang aneh! Aku menjadi labil dan sering kali hanya mampu menatapmu dengan pandangan kosong. Aku semakin kecewa. Kubuka ponsel kecil milikmu, aku membaca semua sms yang ada.
Nera: “Love You To… besok libur kie, piy jeng?”
Nera1: “Kok udah of? Mas juga udah of neh…met bobok ya.”
Aku diam.
Beberapa hari kemudian.
Kembali aku baca sms- di ponselmu.
Rika: “Kabar baik, kamu lagi di mana?”
Rika1: “Kabar Mas Baik. Lagi sama Bapak sama Ibu. Tyas sudah makan?”
Anjing! Anjing! Anjing! Tega nian kau membodohiku? Tega nian kau membohongiku? Aku sepeti menjadi orang paling goblok di dunia ini. Dan terimakasih kamu tidak sms-an sama Mas Edi lagi, terimkasih sekali sayang! Walau kamu menipuku dngan cara tolol! Mengganti namanya bgitu saja? Hahahhahaha….Jika cinta sudah tidak bisa di bina! Sabaiknya di-binasakan saja! Kenapa kamu repot-repot harus berdusta? Dan menjadikan aku sebagai pria yang tolol seperti itu?
Tadi malam…
“Pi beliin baju Melati Untuk Marvel!”
AKu diam, memandangmu dengan senyum kecut. Dan hatiku berkata, maaf ya sayang aku tidak punya uang saat ini. Aku tulus mengatakan itu, tapi dalam hati.
Sesaat kemudian, “Pi Harga laptop berapa ya?”
Lagi-lagi aku hanya menunduk lesu, aku belum bisa membelikan itu sayang, kamu sabar ya. Aku tidak menyesal dan tidak pernah menyesal kenapa aku harus terlahir miskin! Allah Maha Adil. Selalu ada hikmah di balik sebuah kisah kehidupan.
Sesaat kemudian, “Aku mau belajar nyetir mobil ah!”
“Memang punya mobil?” tanyaku singkat.
“Enggak!” kamu menjawab tanpa menatapku.
Aku tau sayang, ang punya Mobil Mas Edy, kakak tirimu yang mengajakmu menikah seminggu yang lalu. Kalau kamu minta dia mengajarimu nyetir mobil pasti dengan senang hati dia akan mengajarimu. Silahkan! Tapi ‘kok yo kebangeten’! Aku juga masih punya perasaan sama seperti dirimu……..(Aku hanya bisa melantunkan bait singkat lagunya Hamdan ATT)…Hari ini kamu pulang, dan lagi kamu akan bertemu dengannya. Dan lagi kamu akan berndandan paling cantik dan membuatkannya kopi dan lagi kamu akan berbicara dengannya di teras, meja makan dapur ruang tengah dan ruang tamu. Besok pagi, aku yakin kamu akan pagi-pagi di ajak Sholat berjamaah dan sebelumnya kamu telah menyeduhkan kopi untuknya. Aku? Sudah lebih setahun tidak pernah kau buatkan secangkir kopi di pagi hari….Tapi selalu ingat ucapanku ‘Jika engkau ingin aku mencintaimu, cintailah aku! Jika kamu ingin aku menyayangimu sayangilah aku! Jika engkau menyakitiku maka aku …

Catatan: Cerpen ini hanyalah kisah fiktif belaka, jika ada nama, tempat dan kejadian yang kebetulan sama itu hanya sebuah kebetulan belaka.

Minggu, 29 Maret 2009

Aduh Aduh Aduh

Hmmm.... kuamai pojok kanan layar monitor...Jam 3:13! Wuih udah pagi....Sebel Sebel Sebel...Hati kacau balau...Begitu banyak kegelisahan ini yang membuat mataku ndak juga mau merem walau ngantuknya udah pada level 73. Gimana nggak! File tulisan ilang! Lupa nyimpen apa kedeleteee? Ga jelas banget! Hati gelisah tubuh lelah! Mantab bangat! Pas banget! Bener buaaaaaaaaanget dan sebel banget! Besok harus pagi-pagi ngantor! Ngurusi event dan Tim Marketing! Telpon-telpon sampe panas kuping! Ngomong ngomong sampee nyonyor moncong! Waduh waduh! Aku harus semangat walau yang tersayang bikin hati goyang! Asem!
Aduh! Aduh! Aduh! Loch kenapa aku harus mengaduh!? Nggak pnting banget kale!
Tapi kalau tidak mengaduh? Aku harus ngapain?
Pada siapa aku berkeluh kesah? Hanya pada blog ini! Disini aku bisa cuhat! Bisa mengutarakan apa yang tidak bisa di utarakan! Pinginnya sih hari minggu tadi mancing ke laut! Tapi takutnya ngecewain 'dia' yang minta di jemput ya di batalin dh mancingnya! Pinginnya sih Renang! Tapi 'dia' ga nongol-nongol ya di batalin deh renangnya! Pinginnya sih jalan kemana gitu untuk presentasi karena 'dia' minta di jemput ya nunggu aja di kamar sambil nulis! Eh nggak taunya? Mkasud saya itu gini loch! Coba deh...jangan bikin masalah klo ga pingin aku marah! Aduh aduh Aduh! Emang endik bisa marah? Eh jangan salah...PEnulis juga manusia man! Nggak hanya imajinasi aja marahnya...Aduh Aduh Aduh...kok tega ya?
Poin pentingnya itu gini loch! Apa yang kita berikan itulah yang akan kita dapatkan!